Bukan Sekadar Seremonial, Wali Kota Banjarmasin Pimpin "Serbuan" Gabungan di Sungai Lumbah

Penulis: Redaksi  •  Senin, 16 Februari 2026 | 17:48:02 WIB
Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR memimpin langsung aksi bersih-bersih di Sungai Lumbah.

BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menunjukkan komitmen serius dalam penataan lingkungan dengan turun langsung memimpin aksi bersih-bersih di Sungai Lumbah, Kelurahan Kuripan, Senin pagi (16/2/2026). Kehadiran orang nomor satu di Banjarmasin ini menegaskan bahwa normalisasi sungai adalah prioritas yang tidak boleh hanya menjadi agenda rutin di atas kertas.

Didampingi pasukan gabungan, Wali Kota memantau pembersihan tumpukan sampah dan sedimentasi yang selama ini menghambat kelancaran arus air di wilayah Banjarmasin Timur.

Dalam arahannya, H. M. Yamin HR memperingatkan agar kegiatan gotong royong ini tidak berhenti pada aspek simbolis semata. Ia menekankan perlunya konsistensi dari seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial, tetapi harus menjadi gerakan bersama dan berkelanjutan. Sungai adalah urat nadi kota kita, sehingga perlu dijaga agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik,” tegas Yamin di sela peninjauan.


Profil Aksi Bersih Sungai Lumbah (Februari 2026)

Aspek KegiatanDetail Informasi
Lokasi UtamaSungai Lumbah, Kelurahan Kuripan, Banjarmasin Timur
Instansi TerlibatDinas PUPR, Damkar, BPBD, Kecamatan, & Kelurahan
Fokus PekerjaanPengangkatan sampah plastik/limbah rumah tangga & pengerukan sedimentasi ringan
Konektivitas JalurTerhubung ke Kelurahan Sungai Lulut dan Kelurahan Pengambangan

Sungai Lumbah memiliki peran vital dalam sistem drainase kota karena merupakan jalur penghubung antar-wilayah. Jika terjadi penyumbatan di titik ini, potensi genangan hingga banjir mengancam kawasan pemukiman di Sungai Lulut dan Pengambangan.

Oleh karena itu, penataan bantaran sungai menjadi fokus utama guna memastikan kapasitas tampung air tetap optimal.

Camat Banjarmasin Timur, Roenissa, mengapresiasi keterlibatan aktif warga yang ikut berbaur dengan petugas. Menurutnya, peralatan canggih dari Dinas PUPR maupun Damkar tidak akan efektif tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

“Harapannya, setelah kegiatan ini, kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat. Sungai Lumbah ini jalur vital, jadi kebersihannya adalah tanggung jawab kolektif,” pungkas Roenissa.

Reporter: Redaksi
Back to top